Universitas Jayabaya Selenggarakan Seminar Nasional Menyoal Dwi Kewarganegaraan


blog

Ketua panitia pelaksana seminar nasional, Untung Sangaji menuturkan, bahwa kegiatan seminar nasional tersebut, merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh program pascasarjana Universitas Jayabaya. Dirinya menyebutkan bahwa seminar yang dihadiri sekitar dua ratus lima puluh peserta,  sebagai bentuk kajian secara konstruktif dalam ilmu hukum.

"Seminar Nasional ini merupakan agenda Universitas Jayabaya yang rutin dilaksanakan," kata Untung Sangaji saat ditemui di lokasi Seminar.

Seminar nasional dengan tema 'implikasi hukum pemberian kewarganegaraan ganda di Indonesia' itu dikemas dalam pembahasan yang cukup menarik dengan dipandu oleh moderator yang juga merupakan ketua program studi magister ilmu hukum Universitas Jayabaya, Dr. Hasbi Hasan, SH, MH. 

Pembahasan menyoal dwi kewarganegaraan ini dibahas cukup lugas dan mendalam dengan narasumber yang kompeten di bidang Ilmu Hukum. Sebut saja mantan ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. Bagir Manan, SH, MCL, pakar hukum Internasional Hazairin Pohan, SH, MA. P.hD dan pakar hukum tata negara, Susi Dwi Harijanti, P.hD dari Universitas Padjajaran (Unpad). 

"Seminar nasional ini di adakan sebagai salah satu rangkaian dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penilitian dan pengabdian," ucap ketua program studi magister ilmu hukum Universitas Jayabaya, Dr. Hasbi Hasan, SH, MH saat memberikan sambutan.

Seminar nasional ini juga dihadiri langsung oleh Direktur Pascasarjana Universitas Jayabaya, Letnan Jendral (Purn) Prof. Dr. Syarifudin Tippe, S.IP, M.Si, dan juga Dosen dan karyawan program magister ilmu hukum Universitas Jayabaya serta mahasiswa Magister ilmu hukum Jayabaya, terutama angkatan 2015.

Seminar nasional dengan topik itu disambut baik oleh mahasiswa magister ilmu hukum Universitas Jayabaya. Sebab, tema menyoal kewarganegaraan bagus untuk menjawab terkait perdebatan dengan dwi kewarganegaraan dan juga rencana pemerintah untuk merevisi Undang-undang nomor 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan.

"Seminar ini sangat bagus karena menjawab perdebatan yang berlarut-larut terkait dengan dwi kewarganegaraan dan agenda rencana revisi Undang-undang nomor 12 tahun 2006 tentang kewarganegaran" ujar salah satu mahasiswa semester akhir jurusan Hukum Tata Negara S2 Universitas Jayabaya, Indra Eka Putra.